13/05/2021

Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

33 2 - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok – Bangunan adalah struktur buatan manusia yang terdiri atas dinding dan atap yang didirikan secara permanen di suatu tempat. Beberapa Bangunan juga biasa disebut dengan rumah dan gedung, yaitu segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya.

Qingdao atau Tsingtao merupakan salah satu kota besar di Tiongkok yang terletak di sebelah timur dan menghadap langsung ke Laut Kuning. Kota pusat pelabuhan ini berpenduduk sekitar 10 juta jiwa dan sudah berdiri sejak tahun 1898 setelah dipinjamkan kepada Kekaisaran Jerman.

Sebelum akhirnya diambil alih oleh Kekaisaran Jepang pada tahun 1914 dan di kembalikan ke Tiongkok pada tahun 1945. Pernah di kuasai oleh Jerman selama beberapa dekade, tak heran apabila kota ini mempunyai Link Oownload Aplikasi Terbaru bangunan kuno peninggalan pemerintahan Jerman. Mau tahu apa saja bangunannya? Yuk langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

1. St. Michael’s Cathedral

67048118 376536043009427 1083194373628125631 n 63098e8f7b80da298b3d6a5207c89c8f - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

St. Michael’s Cathedral merupakan gereja utama yang terletak di pusat kota Qingdao dan menjadi ikon utama dari kota ini. Gereja ini sudah di rancang pada tahun 1902 dan di bangun pada tahun 1932 oleh arsitektur asal Jerman.

Maka dari itu gereja ini memiliki gaya arsitektur berunsur Gothic dan Romanesque yang kental. Sebelumnya gereja ini pernah di tinggalkan oleh setelah pendudukan pemerintah komunis Tiongkok selama beberapa dekade, hingga di buka kembali pada tahun 1992.

2. Qingdao Station

74704982 111429980181696 4255872670101560185 n c42a48876cb9250e1dcbcdddeefbd4f9 - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Qingdao Station adalah stasiun kereta api utama di Qingdao yang letaknya ada di area pusat kota. Stasiun ini sudah di buka pada tahun 1901 saat kota tersebut masih berada di bawah pemerintahan Jerman.

Gaya arsitektur bangunan ini begitu menarik karena menghadirkan percampuran arsitektur Jerman Renaissance dan Tiongkok. Selain itu, stasiun ini sudah mengalami beberapa kali renovasi yang membuatnya sangat modern di bagian dalam dan begitu klasik pada fasadnya.

3. Governor’s Palace

40949132 226234914917350 5596317412869489050 n 5cd7b62c4e8d74ca8a4dc1be4de2c6a2 - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Berikutnya, terdapat Governor’s Palace atau di sebut Jiaozhou Governor’s Hall yang juga termasuk bangunan peninggalan Jerman di Qingdao. Bangunan ini di desain oleh Friedrich Mahlke yang sudah berdiri sejak tahun 1906 dan memiliki luas yang mencapai 7500 meter persegi.

Gedung yang terletak di Teluk Jiaozhou ini sebelumnya juga di gunakan sebagai gedung pusat pemerintahan Jerman dan kemudian pemerintahan kolonial Jepang di Tiongkok hingga tahun 1945. Saat ini gedung ini di gunakan sebagai balai kota Qingdao sejak tahun 1992.

4. Qingdao Beer Museum

51228326 2442364352445153 6128277179103195918 n 453cbbae618fd541aae412b414b5de82 - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Kemudian terdapat Qingdao Beer Museum yang menjadi bangunan museum yang menyimpan sejarah pendirian minuman alkohol asal Jerman di Qingdao. Bangunan ini sudah di dirikan pada tahun 1903 oleh para pendatang asal Jerman yang bermukim di Qingdao dan memperkenalkan minuman bir kepada warga lokal.

Gedung museum ini menyimpan berbagai macam foto sejarah pendirian dan produksi bir di kota ini. Selain itu juga terdapat berbagai mesin-mesin antik yang dulunya di gunakan dalam produksi bir.

5. Governor’s House

80788780 175085556929142 5096817481801174189 n c3bea81c96c003100e6d06f68d262d71 - Bangunan Tua Clasik Peninggalan Jerman di Qingdao Tiongkok

Adapun Governor’s House yang merupakan museum di Qingdao yang menghadirkan arsitektur khas Jerman. Rumah besar ini di dirikan pada tahun 1903 yang menghadirkan unsur Jugenstil atau Art Noveau. Serta di lengkapi dengan berbagai perabotan khas perpaduan Jerman dan Tiongkok.

Istana ini di bangun seharga 2,5 juta potongan perak yang membuatnya begitu mahal pada waktu itu. Selain itu, istana dengan 30 kamar ini menjadi salah satu bangunan Eropa yang tidak rusak akibat revolusi budaya di Tiongkok.