06/05/2021

Begini Gambaran Beratnya Menjadi Mahasiswa Arsitektur

Begini Gambaran Beratnya Menjadi Mahasiswa Arsitektur

Begini Gambaran Beratnya Menjadi Mahasiswa Arsitektur

Begini Gambaran Beratnya Menjadi Mahasiswa Arsitektur – Ketika kalian sudah memasuki kelas 3 SMA dan sebelum mengikuti Ujian Nasional, banyak dari kalian yang pengin masuk universitas impian, tapi masih bingung mau kuliah jurusan apa. Bahkan beberapa dari kalian memilih jurusan yang berprospek baik ataupun yang sedang nge-trend. Salah satu program studi yang sedang nge-trend adalah jurusan arsitektur.

Arsitektur merupakan ilmu Daftar APK IDNPlay dan merancang lingkungan binaan seperti bangunan, taman, ruang dalam, dan bahkan perkotaan. Arsitektur merupakan multidisiplin, yang nantinya kalian akan mempelajari teknik, seni rupa, sosial-budaya, lingkungan hidup, ekonomi, agama, hukum, dan lain sebagainya.
Untuk bisa diterima menjadi mahasiswa arsitektur bukan perkara mudah. Seleksi masuknya saja susah, saat menjalani pun masih diguyur banyak tugas, belum lagi untuk lulus juga penuh perjuangan.

Bagaimana susahnya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa arsitektur digambarkan oleh deretan foto-foto yang diunggah warganet ke Facebook. Berikut ini ulasannya!

1. Selamat! Kalian berhasil lolos masuk jurusan arsitektur 

Ketika kalian selesai menjalankan SNMPTN, SBMPTN dan atau Ujian Tulis dan ujian menggambar (di beberapa universitas), lalu ketika pengumumannya sudah dimulai kalian pasti deg-degan ingin melihatnya, dan beberapa dari kalian sampai nangis-nangis takut tidak diterima, bahkan banyak di antara kalian yang berdoa dulu supaya benar-benar keterima.

Dan jika kalian diterima di jurusan arsitektur, maka selamat! Kalian akan menempuh hidup baru sebagai mahasiswa arsitektur yang tugasnya merancang bangunan dan aspek lain (seperti interior atau tata ruang dalam dan lansekap atua taman) dan mahasiswa yang baiknya mengikuti kegiatan di dalam maupun luar kampus (seperti UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa, komunitas-komunitas, dan organisasi kemahasiswaan).

2. Kamu kaget bahwa di arsitektur ada pekerjaan yang kamu kira dikerjakan oleh Teknik Sipil 

Ketika kamu bertemu dengan mata kuliah konstruksi, seperti Struktur & Konstruksi, Mekanika Teknik, Fisika Bangunan, Statika, dan lain sebagainya, kamu akan mengira bahwa harusnya mahasiswa Teknik Sipil-lah yang harus mempelajarinya.

Akan tetapi arsiteklah yang bertugas membuat gambar rencana kerja dan detail perencanaan yang merupakan salah satu syarat IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Sebagai mahasiswa arsitektur, kamu akan pusing tujuh keliling dan rela tidak tidur (bahkan tidak mandi atau makan) membuat denah, potongan, detail pintu-jendela-ventilasi atau kuda-kuda, penulangan kolom-balok, septic tank, pondasi, bak kontrol, tangga, plafon, rencana atap, pola lantai, titik lampu-kelistrikan, saluran air bersih-air kotor, plafon, dan juga aksonometri struktur konstruksi.

3. Arsitektur juga meneliti lahan dibangunnya proyek nantinya 

Ternyata arsitektur juga berkaitan dengan sesuatu yang namanya Analisis Tapak, yaitu meneliti atau menganalisis dulu lahan kosong yang nantinya menjadi tempat jadinya proyek rancangan kalian. Mulai dari arah angin, arah utara (merujuk pada arah cahaya matahari), suhu lingkungan atau kebiasaan masyarakat sekitar, drainase (aliran selokan), vegetasi atau tanaman yang tumbuh di lahan tersebut, kontur tinggi-rendahnya tanah, dan lain sebagainya.

Belum lagi ada yang namanya KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), dan GSB (Garis Sempadan Bangunan) yang sudah tertera dalam peraturan undang-undang daerah sekitar dan jika dilanggar bisa kena sanksi lho. Wah! berarti desain kalian nggak bisa sebebas-bebasnya ya. Sabar ya.

4. Akhirnya kalian rela tidak ikut organisasi atau kegiatan kampus demi tugas yang datang setiap pertemuan

Tugas yang selalu datang bagai air mengalir membuat kalian kehilangan waktu untuk diri sendiri dan keluarga atau teman kalian demi menyelesaikan semuanya. Jika diantara kalian yang mengikuti UKM atau organisasi mahasiswa pasti bakal keteteran menyeimbangkan kehidupan akademis dan non-akademis kalian.

Bahkan ada yang rela tidak ikut kegiatan non-akademis demi kelancaran studinya di jurusan arsitektur.

5. Beberapa dari kalian salah jurusan karena arsitektur tidak sesuai yang kalian impikan 

Akhirnya kalian stres, putus asa, dan berharap tidak melanjutkan kuliah arsitektur alias ingin pindah jurusan. Banyak mahasiswa arsitektur yang pada akhirnya pindah ke jurusan lain, seperti DKV, sosial-humaniora, dan lain sebagainya.

Jika masih ingin bertahan di jurusan arsitektur, kalian pasti ogah-ogahan masuk kelas dan masuk kelas yang SKS-nya paling tinggi agar kalian tetap survive hingga lulus pada tahun yang ke-4.