11/08/2020
Breaking News

Budaya Tradisional Khas Melayu Kepulauan Riau

Budaya Tradisional Khas Melayu Kepulauan Riau

Budaya Tradisional Khas Melayu Kepulauan Riau

Budaya Tradisional Khas Melayu Kepulauan Riau – Provinsi Kepulauan Riau juga populer di sebut Kepri merupakan provinsi yang ke 32 adalah sebuah kawasan yang terdapat didalam negara kesatuan republik Indonesia. Kawasan ini terbentuk berdasarkan undang-undang no 25 tahun 2002.

Seni dan Budaya adalah dua hal yang saling berkaitan dan sangat sulit untuk di pisahkan. karena di setiap seni pasti mengandung kebudayaan yang memiliki ciri khasnya tersendiri begitu juga sebaliknya pada kebudayaan pasti mengandung nilai seni yang indah.

Dangkong

Dangkong salah satu bagian tarian khas tradisional di kepulauan riau. Tari dangkong atau lebih akrab disebut joget dangkong ini awalnya kesenian melayu yang sering digelar masyarakat kecamatan moro kabupaten karimun.

Alat musik yang pertama kali digunakan dalam suatu pertunjukan joget dangkong di moro pada masa itu hanya ada empat yaitu: Bjole Tempurung, Gendang Tabur, Gong dan Gendang Babane. Joget dangkung ini berfungsi sebagai upacara adat, sebagai penghibur warga kerajaan pada zaman dahulu.

Melemang

Melemang merupakan tarian tradisional yang berasal asli dari daerah bintan. Menurut sejarahnya tarian melemang ini berasal dari tanjung pisau negeri bentan penaga. Tarian melemang pertama kali di mainkan sekitar abad ke 12. Ketika itu tarian melemang hanya di mainkan di istana kerajaaan Melayu bentan.

Pada masa itu tarian melemang di tampilkan pada saat saat tertentu saja khususnya untuk menghibur pembesar dan raja di kalangan istana. Namun sejak kerajaan bentan mengalami keruntuhan, tarian melemang berubah menjadi pertunjukan hiburan rakyat. Tarian melemang sangat di gemari masyarakat melayu yang telah dikenal luas di daerah ini.

Mendu

Mendu adalah sebuah kesenian yang tidak jauh berbeda dengan mak yong, yang sama-sama menggabungkan unsur nyanyian, tarian,dan teater. Pertunjukan kesenian mendu kerap digelar di berbagai daerah di kepulauan riau sepeti di Anambas (tarempa dan langi), Natuna (Ranai, Sepempang dan Midai).

Cerita yang di mainkan adalah hikayat dewa mendu yang di angkat dari cerita rakyat masyarakat Natuna. Tokoh-tokoh dalam seni pertunjukan mendu, di samping dewa mendu itu sendiri adalah Angkara Dewa, Siti Mahdewi, Maharaja Laksemalik, Kilan Cahaya, Nenek Kebayan, Raja Bahailani, Raja Majusi, Raja Firmansyah, Raja Beruk.

Wayang Cecak

Wayang Cecak adalah akulturasi antara budaya tionghoa dan budaya melayu yaitu salah satu kesenian yang menjadi khasanah tradisi lisan di pulau penyegat dan semakin diakui keberadaannya, merupakan sastra lisan yang di peragakan melalui media wayang. Kesenian ini merupakan kesenian yang menggunakan boneka tangan, terbuat dari kain perca di mainkan oleh dalang.

Dengan menggambarkan kehidupan dalam kotak yang kira-kira berukuran dua kali tiga meter, dan boneka itu digerakkan oleh tangan manusia (dalang) dari belakang. Kesenian ini hanya di pertunjukkan kepada kalangan elit saja dan tidak menyebar di tengah-tengah masyarakat.

Gobang

Gobang adalah kesenian asli jemaja, kepulauan anambas, Kepri yang unik dan khas. Bagi masyarakat jemaja tarian gobang selalu di tampilkan dalam acara-acara penting seperti: sunatan, perkawinan, dan hari besar lainnya.

Kesenian joget gobang yang sepintas mirip opera tradisional ini dalam penampilannya selalu dilengkapi dengan para penari yang berkostum aneh, semuanya menggunakan topeng berwajah seram sepeti moyet, raksasa bengis dan paras menyerupai hantu lainya.

Musik pengiringnya terdiri atas gendang panjang, gendang pendek dan gong. Di tengah alunan musik itulah para pemainnya melantunkan nyanyian dalam bahasa daerah melayu setempat. Syair-syairnya berisi tuntunan moral, nasehat dan lain-lainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *