01/10/2020
Breaking News

Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur

Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur

Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur

Screenshot 815 - Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur

Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur – Rayaptermasuk dalam hewan Arthropoda, kelas Insecta, dan ordo Isoptera. Isoptera berasal dari bahasa Latin, iso = sama dan ptero = sayap, yang berarti Insekta bersayap sama.

Serangga ini menjadi hama bagi kehidupan apabila tidak segera disingkirkan, koloni rayap dapat dengan mudah menggerogoti perabot kayu untuk dicerna dan dijadikan makanan.

Gak salah, sih kalau kamu ingin membasmi serangga menyebalkan yang satu ini. Tapi, tahukah kamu tentang 5 fakta hebat tentang rayap di bawah ini?

1. Ratu rayap mampu memproduksi 15 telur setiap detik

Rayap hidup dalam koloni besar yang terbagi menjadi 3 kasta, yakni rayap pekerja, rayap prajurit, dan rayap ratu serta rayap jantan pasangannya. Ratu inilah yang berperan menjadi ibu dari segala ibu. Bahkan dalam satu detik ratu rayap ini yang dapat bertelur hingga 15 telur. Apa kamu bisa bayangkan berapa banyak telur rayap yang dihasilkan setiap hari?

2. Tak hanya berperan sebagai rumah, sarang rayap merupakan pupuk raksasa

termite hill 695209 1280 8863199f7c4ee29aefb738e0752e3477 - Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur
Rayap merupakan jenis serangga pengurai, khususnya pengurai kayu. Rayap menggunakan enzim yang terdapat pada mulutnya untuk membuat kayu menjadi lebih lunak dan mudah dicerna.

Rayap-rayap akan membangun gundukan sarang mereka menggunakan kotoran dengan campuran tanah, lumpur dan bubur kayu. Beberapa di antara gundukan yang dapat ditemukan bahkan tingginya mencapai 9,14 meter. Sementara bagian lain yang jauh lebih besar mungkin tersembunyi di bawah tanah dan tertutup.

3. Pandai bertani jamur sebagai sumber makanannya

Gundukan sarang rayap yang dibuat dengan campuran kotoran tentu akan membuat tanah di sekitarnya begitu subur dengan banyak nitrogen dan fosfor di dalamnya.

Sementara bubuk kayu yang merupakan komponen lain penyusun gundukan ini akan dengan mudah ditumbuhi jamur ketika melembap. Jamur-jamur kecil yang berbentuk bintil putih ini akan dimanfaatkan rayap sebagai sumber makanan utama mereka agar tak perlu keluar sarang untuk mencari makan.

4. Serangga pendaur ulang ekosistem alam 

Rayap telah hidup lebih dari 30 juta tahun yang lalu yang dalam hidupnya telah banyak mendaur ulang bongkahan kayu mati menjadi pohon muda baru. Tentu rayap berpengaruh besar terhadap ekosistem.

Menurut laman National Geographic, di wilayah hutan hujan Indonesia, rayap menjaga tanah tetap basah dan subur sekalipun di musim kemarau ataupun ketika terjadi efek dari fenomena el nino.

5. Menginspirasi dalam inovasi bangunan yang dapat menstabilkan suhu sendiri 

Jutaan rayap hidup dalam sebuah struktur dengan arsitektur cerdas. Rayap membangun sarang mereka dengan banyak lubang-lubang seperti sarang lebah untuk membuat ventilasi udara. Tak hanya itu, sarang rayap terdiri dari banyak ruangan yang dilewati lorong-lorong kecil yang kompleks, sehingga hal ini memudahkan mereka berpindah tempat di sarangnya.

Lubang-lubang dalam sarang rayap berfungsi untuk menstabilkan suhu udara. Saat siang hari, lubang-lubang akan mengalirkan udara segar ke dalam sarang sehingga suhu udara akan tetap terjaga untuk menjaga larva lalat tetap hidup. Begitu juga ketika malam tiba, tanah yang cenderung menyimpan panas akan membuat suhu tetap hangat dan menjaga mereka dari kedinginan.