01/10/2020
Breaking News

Karya Arsitektur Indonesia Tembus Final Architizer A+Awards 2020

karya arsitektur anak indonesia

Arsitektur – Karya anak bangsa indonesia baru saja kembali mendapat suatu penghargaan dan apresiasi positf dalam kontes arsiktektur internasional. Dimana pada kali ini giliran Delution yang berhasil menembus nominasi Architizer A+ Awards 2020.

Penghargaan ini sendiri diselenggaran oleh media arsitektur yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Architizer. Karya mereka ini dinilai juri sangat pantas untuk masuk dalam final lima besar terbaik untuk kategori architecture + living small and the twins.

Baca Juga: Fakta Keren Tentang Rayap, Si Serangga Arsitektur

Karya Arsitektur Orang Indonesia

CEO DELUTION Muhammad Egha menuturkan, The Twins merupakan hunian yang dirancang pada 2018 lalu dengan luas bangunan 73 meter persegi di atas lahan 70 meter persegi.

Konsep yang diusung adalah rumah sehat, efisien dan disesuaikan dengan realita kota padat penduduk Jakarta.

Lokasi The Twins berada di gang sempit, di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, yang merupakan area perkampungan kota. Cenderung terabaikan dan tersisihkan dari modernisasi ibu kota. “Kami menerapkan konsep yang realistis untuk membangun sebuah rumah impian berskala kecil-padat di lingkungan ekonomi bawah,” ujar Egha dalam keterangan tertulis.

Kendati menempati luas lahan terbilang compact, rumah ini dibangun dengan menyeimbangkan elemen fungsi dan estetika. Terdapat dua massa bangunan terpisah untuk menjawab kebutuhan penghuni rumah yang merupakan dua keluarga dari sepasang kakak beradik. Dirancang dengan skema rumah tumbuh, proses konstruksi The Twins tuntas dalam tiga tahap.

“Tahapan pembangunan dilakukan menyesuaikan ketersediaan dana dari sang pemilik rumah,” jelas Egha. Setiap tahapan membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, dengan total dana yang dihabiskan Rp 400 juta. DELUTION menerapkan metode konstruksi konvensional yang dapat diaplikasikan secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan. “Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan,” kata Egha. Proses konstruksi rumah ini hanya satu tahun, dan sejak diperkenalkan melalui media sosial pada 2019, menuai beragam reaksi positif dari warganet.

Baca Juga: Seni Bertahan Hiroyuki Endo

The Twins dianggap mampu menjawab persoalan sempitnya lahan di Jakarta. Sehingga menginspirasi masyarakat untuk membuat hunian kompak dan efisien dengan biaya terjangkau. Untuk diketahui, Architizer A+Awards tahun ini merupakan kali kedelapan digelar untuk para arsitek dan industri terkait yang secara konsisten menghadirkan karya inspiratif bagi dunia. Tahun ini, terdapat 430 karya finalis dari lebih 100 kategori yang dinilai oleh para dewan juri. Untuk memenangi penghargaan dunia ini, The Twins membutuhkan dukungan masyarakat Indonesia melalui voting yang akan berakhir pada 31 Juli 2020.

Sumber: Kompas.com