15/08/2020
Breaking News

Mengenal Pertunjukan Seni Tradisional Reog Ponorogo

Mengenal Pertunjukan Seni Tradisional Reog Ponorogo

Mengenal Pertunjukan Seni Tradisional Reog Ponorogo

Mengenal Pertunjukan Seni Tradisional Reog Ponorogo – Siapa belum tahu kesenian tradisional Reog Ponorogo? Kesenian ini sangat populer tidak hanya di daerah asalnya, Ponorogo, tapi juga di seluruh Indonesia, lo.

Ponorogo, Kota Asal Reog

Kesenian Reog sebetulnya ada 3 macam dan mempunyai ciri khas masing-masing. Reog Ponorogo berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur.

Ada Reog Banjarharjo yang berasal dari daerah Brebes, Jawa Tengah. Ada juga Reog Sunda yang berasal dari Jawa Barat.

Tapi Ponorogo konon adalah kota asal Reog yang sebenarnya.

Alur Cerita

Ada sejumlah versi alur cerita Reog Ponorogo. Versi resminya menceritakan tentang Putri Songgo Langit dari Kerajaan Kediri.

Ia memberi persyaratan kepada Raja Singo Barong yang juga dari Kediri dan Raja Klono Sewandono dari Kerajaan Bantarangin di Ponorogo untuk menampilkan sebuah pertunjukkan.

Pertunjukkan itu memakai 140 kuda kembar dan seekor hewan berkepala dua.

Klono Sewandono telah berhasil mengumpulkan 140 kuda kembar, tapi belum berhasil menemukan hewan berkepala dua.

Singo Barong yang mengetahui itu berusaha menyerang Klono Sewandono. Tetapi ia balik menyerang dengan kesaktiannya.

Singo Barong yang saat itu sedang duduk bersama dengan burung merak di atas kepalanya, diserang oleh Klono Sewandono sehingga burung merak itu menempel di kepalanya.

Singo Barong balas menyerang dengan kerisnya tapi tidak berhasil. Klono Sewandono menyerang balik dengan cambuknya sampai membuat Singo Barong terlempar dan berubah menjadi hewan berkepala singa dan burung merak.

Klono Sewandono membawanya dan menampilkan pertunjukkan 140 kuda kembar dan hewan berkepala dua di hadapan Putri Songgo Langit.

Tokoh dalam Pertunjukan

Ada beberapa tokoh dalam pementasan kesenian ini. Ada Jathil yakni pasukan berkuda. Ada Bujang Ganong dengan pakaian serba hitam.

Ada Klono Sewandono sebagai Raja Ponorogo. Ada Warok yang memakai topeng singa berbulu merak yang besar.

Pertunjukan Kesenian

Kesenian ini dibagi ke dalam sejumlah bagian. Bagian pertama adalah tarian oleh 6 sampai 8 orang penari laki-laki sebagai Bujang Ganong.

Bagian kedua dilakukan oleh 6 sampai 8 orang penari sebagai Jathil.

Pada tradisi zaman dulu, Jathil diperankan oleh laki-laki yang menggunakan pakaian perempuan yang berwarna-warni.

Tapi sekarang pemeran Jathil semuanya perempuan.

Bagian ketiga adalah puncaknya yang ditampilkan oleh seluruh penari ini. Penari yang berperan sebagai Warok adalah penari utama.

Ia harus memakai topeng besar yang berbentuk wajah singa dengan rumbai-rumbai bulu burung merak di atasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *