26/01/2021
Breaking News

Mengenal Sejarah Rumah Adat Joglo

Mengenal Sejarah Rumah Adat Joglo

Mengenal Sejarah Rumah Adat Joglo

Mengenal Sejarah Rumah Adat Joglo. Rumah adat Joglo merupakan salah satu jenis rumah adat Jawa Tengah yang memiliki banyak sekali keunikan dan oleh karena itu masih banyak digunakan hingga saat ini.

Jika Anda berkunjung ke wilayah pedesaan di Jawa Tengah, Anda pasti akan menemukan masih banyak rumah adat Joglo yang digunakan oleh masyarakat.

Sebagai rumah adat tradisional, rumah adat Joglo juga memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri yang sangat mengagumkan. Secara arsitektur, rumah Joglo mempunyai nilai fungsional yang sejalan dengan falsafah hidup dan nilai filosofis masyarakat Jawa.

Dipandang dari segi budaya pun rumah Joglo mampu menghadirkan distinct value terhadap khazanah perumahan tradisional di Indonesia. Jadi tidak heran bila rumah adat Joglo jadi rumah adat terpopuler di Indonesia dan bahkan telah dibangun pula replikanya di luar negeri, tepatnya di Slovenia.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang rumah adat Yogyakarta ini, simak ulasan lengkapnya:

1. Joglo Sinom

Bangunan ini menggunakan 36 tiang dan empat di antaranya yaitu saka guru. Atapnya juga memiliki empat sisi dan masing-masing memiliki tiga tingkat dan satu bubungan. Bentuk bangunan tersebut juga berasal dari pengembangan rumah Joglo yang menggunakan teras keliling.

2. Joglo Jompongan

Joglo Jompongan adalah rumah joglo yang menggunakan dua pintu geser dengan denah berbentuk kubus. Bentuk ini merupakan bentuk dasar rumah Joglo.

3. Joglo Pangrawit

Joglo Pangrawit adalah rumah Joglo dengan lambang gantung, atap berbentuk kubah dari atap penanggap, dan atap yang terletak di atas penanggap. Setiap sudut Joglo Pangrawit dilengkapi dengan tiang yang disebut dengan “saka”.

4. Joglo Mangkurat

Joglo Mangkurat mirip juga dengan Joglo Pengrawit, tetapi agak lebih tinggi dan atapnya dihubungkan dengan atap penanggap menggunakan dengan penitih. Atapnya terdiri dari tiga lantai. lantai atas, pusat penerimaan, dek bawah (teras). Tetapi jika diberikan ke satu atap di bawah penghuninya, itu disebut atap.

5. Joglo Hageng

Joglo Hageng adalah rumah Joglo yang lebih tinggi dengan tambahan atap yang lebih kecil yang disebut pengerat. Rumah Joglo Hageng juga ditambahi tratak keliling seperti halnya pada Pendapa Agung Istana Mangkunegaran Surakarta.

6. Joglo Lawakan

Bangunan Joglo ini menggunakan 16 tiang dan 4 di antaranya yaitu saka guru. Atapnya sendiri terdiri dari empat sisi dengan 2 susun bubungan.

7. Joglo Semar Tinandhu

Rumah Joglo ini biasanya digunakan untuk patung atau gerbang kerajaan. Tetapi, tiang utama/saka guru di Joglo ini diganti dengan dinding penghubung, sehingga lantai bawah atap lebih luas dan atapnya lebih tinggi.

Udara yang masuk masih dipengaruhi oleh udara depan, tetapi lebih dingin karena atapnya yang miring sehingga memberikan perbedaan udara antara bagian depan dan bagian dalam.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Joglo

Arsitektur Bangunan yang Khas

Sebagai rumah adat tradisional, rumah adat Joglo tentu punya ciri khas dan keunikannya tersendiri yang berbeda dengan rumah adat lainnya. Dari mulai bentuk arsitekturnya, ruangan-ruangan dalam rumah, hingga fungsi-fungsi spesifik di tiap bangunan rumahnya.

Terlebih lagi, seluruh bangunan ini menerapkan nilai filosofi Jawa di dalam setiap bagiannya dan hal itu semakin menambah ciri khasnya.

Memiliki Teras yang Luas

Rumah adat Yogyakarta ini dibangun dengan teras luar rumah yang cukup luas dan juga tanpa sekat. Bentuk teras seperti itu sama seperti apa yang ada di rumah adat Jawa Tengah lainnya karena memiliki fungsinya tersendiri.

Salah satunya yaitu sebagai sarana silaturahmi dan interaksi sosial antara penghuni rumah dengan keluarga lainnya dan juga dengan masyarakat sekitarnya.

Dibangun dengan 4 Tiang

Setiap rumah Joglo, berapapun jumlah tiangnya secara keseluruhan, pasti disertai dengan empat tiang utama yang disebut “saka guru”. Saka guru inilah yang akan menjadi fondasi utama atau fondasi penegak yang menopang keseluruhan bangunan rumah Joglo.

Dilengkapi Jendela Besar dan Banyak

Keunikan lainnya yang menjadi ciri khas rumah adat Joglo yaitu adanya jendela besar dengan jumlah yang banyak. Model jendela besar ini merupakan warisan kolonial Belanda yang kemudian dikombinasikan dengan arsitektur khas Jawa.

Bahkan, jika ditotal keseluruhan jendela pada rumah Joglo dari depan hingga belakang bisa mencapai jumlah puluhan!

Pintu Utama di Tengah Rumah

Letak pintu rumah Joglo yang berbeda juga menjadi ciri khas lain yang sangat menonjol dan menjadi elemen pembeda. Pintu utama pada rumah Joglo terletak di tengah rumah dan dibangun sejajar dengan ruangan di bagian belakang rumah.

Filosofi tentang di balik hal ini yaitu untuk menggambarkan keterbukaan dan kedekatan antara penghuni rumah dengan orang lain (tamu).

Terdapat Pager Mangkok

Pager atau pager dalam bahasa Indonesia tak terbuat dari bilah bambu seperti halnya pagar pada umumnya. Pagar rumah Joglo harus terbuat dari tanaman perdu yang memiliki ketinggian tak lebih dari 1 meter untuk mempermudah interaksi antara setiap orang.

Menggambarkan Status Sosial

Secara tak langsung, kehadiran rumah Joglo juga menggambarkan status sosial pemiliknya. Biaya pembuatan rumah Joglo cukup mahal karena menggunakan material yang cukup banyak dan mahal, semisal kayu jati.

Oleh karena itu, kebanyakan pemilik rumah Joglo bisa dipastikan merupakan orang-orang dengan status sosial dan status ekonomi yang sudah menengah ke atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *