11/08/2020
Breaking News

Pengertian Topeng Pada Karya Seni Rupa

Pengertian Topeng Pada Karya Seni Rupa

Pengertian Topeng Pada Karya Seni Rupa

Pengertian Topeng Pada Karya Seni Rupa – Topeng merupakan benda yang dipakai di atas wajah. Biasanya topeng digunakan untuk mengiringi musik kesenian daerah.

Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian.

Bentuk topeng bermacam-macam ada yang menggambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan kebijaksanaan.

Topeng sudah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia.

Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci.

Ini disebabkan peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur.

Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi.

Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan.

Topeng di Indonesia

Topeng sudah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah. Secara luas dipakai dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur.

Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa.

Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Sejumlah topeng di Indonesia pun dipakai sebagai hiasan di dalam rumah atau di luar rumah.

Sjumlah kesenian topeng Indonesia antara lain: Tari Hudog suku Dayak, Tari Topeng Bali, dan Tari topeng Cirebon.

Topeng Monyet

Pada saat acara tradisi yang melibatkan seekor monyet yang menari – nari diiringi dengan iringan musik.

Topeng Panji

Topeng Panji menggambarkan bayi yang baru lahir ke dunia dan figur dari kalangan raja bangsawan, dan sekaligus cermin dari sublimasi kewibawaan serta ketenangan.

Dalam falsafah Jawa, Panji menggambarkan filosofi kehidupan dan budi yang luhur serta penyerahan diri pada Tuhan.

Dalam sufi Islam, ia berada pada tingkat tertinggi posisi manusia yaitu Insankamil, yakni perilaku yang tidak goyah serta menyadari bahwa setiap hembusan napasnya adalah dari Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *