01/10/2020
Breaking News

Raja Malaysia Sangat Kagum arsitektur Candi Borobudur

Raja Malaysia Sangat Kagum arsitektur Candi Borobudur

Raja Malaysia Sangat Kagum arsitektur Candi Borobudur

Raja Malaysia Sangat Kagum arsitektur Candi Borobudur – Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah dan keluarga mengagumi arsitektur Candi Borobudur saat mengunjungi Candi Buddha di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tersebut.

Mereka sekeluarga melakukan kunjungan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Dia sangat mengagumi Candi Borobudur yang dibangun 1.200 tahun yang lalu.

Dalam kunjungannya di Candi Borobudur disambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri, Atiqoh Ganjar Pranowo. Selain itu, disambut Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta rombongan.

“Untuk permaisuri ternyata beliau sudah pernah ke sini sekian tahun lalu, sedangkan buat raja ini baru pertama kali,” katanya.

Ganjar menuturkan tanggapan raja terhadap Candi Borobudur luar biasa, dari cerita mengagumi arsitekturnya dan tentu siapa yang datang ke sini, apakah eksis atau tidak, jadi luar biasa tanggapannya tadi.

Di tanya apakah ke depan ada tindak lanjut kerja sama, Ganjar menyampaikan untuk sementara ini belum ada tetapi dari Kementerian Pariwisata sudah bicara karena kemarin sudah bertemu Presiden Joko Widodo.

Pemandu dari Balai Konservasi Borobudur Panggah Ardiansyah yang juga mendampingi Raja Malaysia menyampaikan dirinya menjelaskan sejarah Candi Borobudur mulai dari dibangun kemudian sejarah restorasinya, sejarah konservasinya dari mulai Raffles kemudian Pemerintah Belanda sampai dengan Pemerintah RI.

Menurut dia hal yang paling disuka raja ketika naik ke atas candi, adalah pemandangan dari atas yang sangat bagus.

“Beliau juga menyaksikan Bukit Menoreh, beliau suka berfoto di stupa atas, jadi beberapoa kali untuk berfoto baik sendiri maupun dengan permaisuri dan putri-putrinya,” katanya.

Ia menuturkan Raja Malaysia sangat kagum dengan Candi Borobudur, karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa bantuan alat-alat modern dan bisa dibangun sebesar ini sebagai candi terbesar di dunia.

“Beliau tadi langsung mengajak naik ke atas tidak berhenti, raja sangat kagum dengan Borobudur terutama karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa menggunakan alat-alat seperti zaman modern sekarang, dengan tenaga tangan manusia sudah bisa dibangun candi semegah ini,” katanya.