11/08/2020
Breaking News

Sejarah Suku Dayak

Sejarah Suku Dayak

Sejarah Suku Dayak

Sejarah Suku Dayak – Orang yang disebut Dayak berada di Pulau Kalimantan, sedang mengapa mereka disebut Dayak atau “Orang Dayak” dalam bahasa Kalimantan yang berarti “Orang Pedalaman” yang jauh dan terlepas dari kehidupan kota.

Dulunya memang begitu, di mana-mana ada perkampungan suku dayak. Mereka selalu berpindah ke satu daerah lain. Jika di mana mereka tinggal itu ada orangutan dari suku lain yang also tinggal atau membuka perkampungan di dekat wilayah tinggal mereka.

Suku Dayak ada bermacam-macam seperti, Suku Dayak Kenyah , Suku Dayak Hiban, Suku Dayak Tunjung, Suku Dayak Bahau, Suku Dayak Benua, Suku Dayak Basaf, dan Suku Dayak Punanyang masih diterbitkan rilis “Uma” (anak suku) dan tersebar diberbagai wilayah Kalimantan.

Pada kurun waktu sebelum abad 20, secara keseluruhan Suku Dayak ini tidak mengenal agama Kristen dan Islam. Yang ada pada mereka hanyalah kepercayaan pada leluhur, binatang, batu, dan juga pembawaan kepercayaan Hindu kuno.  Dalam menyetujui kehidupan sehari-hari mereka mempercayai berbagai pantangan yang diberikan oleh alam oleh tandanya. Pantangan dalam kehidupan masyarakat Dayak hanya ada dua.

Yaitu pantangan yang membawa kebebasan begitu banyak mereka bertambah dan ada pula yang pantangan berakibat partisipasi mereka semakin sedikit dan kini malah makin punah. Seperti misal kehidupan yang tak boleh berbaur dengan masyarakat lain dari suku mereka. Tantangan ini membuat mereka selalu hidup tak tenang dan selalu bergerak.

Budaya Pantangan Leluhur

Memungkinkan kehidupan mereka tidak pernah maju bahkan cendrung menambahkan primitif. Misalnya saja seperti Suku Dayak Punan. Suku yang sulit berbicara dengan masyarakat umum.  Lebih dari mereka tinggal di hutan lebat, di dalam goa-goa batu dan perbaiki yang sulit dijangkau. Hal-hal tersebut. Namun karena budaya pantangan leluhur yang tak berani mereka langgar terjadilah keadaan demikian.

Hal ini sebenarnya adalah kesalahan dari leluhur mereka.Dalam berita atau cerita, leluhur mereka ini berasal-usulnya berasal dari negeri yang bernama “Yunaninya” sebuah daerah dari perburuan Cina. Mereka berasal dari keluarga salah satu kerajaan Cina yang kalah berperang yang kemudian lari bersama perahu, jadi sampai ke tanah Pulau Kalimantan. Karena aman, mereka lalu menetap di daratan tersebut.

Karena dilakukan oleh leluhur mereka dilakukan pelarangan dan pantangan bertemu dengan orang-orang yang bukan dari mereka. Memang pada Abad ke 13, daratan Cina penuh dengan pertikaian dan peperangan antara raja-raja yang berkuasa untuk menghubungkan salah satu yang besar yang didukung oleh Tiongkok.

Karena saling mengalah, maka terjadilah peperangan sesama mereka untuk menentukan kerajaan mana yang paling besar dan menguasai seluruh Tiongkok itu. (mereka lalu menetap di daratan tersebut. Sehingga mereka bisa selesai atau punah tak bersisa. Karena dilakukan oleh leluhur mereka dilakukan pelarangan dan pantangan bertemu dengan orang-orang yang bukan dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *