09/07/2020
Breaking News

Seni Budaya Tulungagung Yang Masih Populer, Dan Terancam Punah

wisata budaya tulungagung

Saat ini masih belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya Tulungagung merupakan sebuah kabupaten dengan berbagai ciri khas hingga budaya. Dimana di Tulungagung terdapat 9 budaya yang hingga kini masih diminati oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Tradisi Unik dan Budaya China

Lalu apa saja tradisi seni budaya tersebut yang masih dapat disaksikan penampilannya, meski beberapa seni sudah mulai pudar karena tidak ada generasi penerusnya. Namun setikaknya berikut ini merupakan 9 seni budaya tulungaung yang bisa kamu jumpai.

1. Tiban

Tiban adalah tari sakral untuk menurunkan hujan. Dalam masyarakat Tulungagung, tetesan darah disimbolkan sebagai perjuangan gigih dalam mencari air, terutama hujan yang mutlak diperlukan oleh semua petani. Ritual Tiban biasanya dilakukan pada musim kemarau.

2. Reog Tulungagung

Reog Tulungagung pernah berkembang dan meraih perhatian publik. Bahkan, semua orang di Tulungagung mengetahui tentang Reog Tulungagung sebagai seni tradisional. Jumlah penari reog ini ada 6 secara paralel dengan instrumentalis wajib pengiring reog, yaitu “dhodhog”, dan semua penari tadi menggunakan “udheng gilig”, yaitu kostum khusus sebagai pengikat kepala.

3. Ketoprak

Drama tradisional yang tumbuh dan berkembang pesat di Tulungagung adalah “Ketoprak”. Ketoprak, yang masih tenar sampai saat ini adalah ketoprak Siswo Budoyo. Namun, di zaman modern ini seni ketoprak sudah jarang sekali ditampilkan karena selain sepi peminat untuk menggelar show dibutuhkan biaya mahal.

4. Wayang Kulit

Seperti daerah lain di Pulau Jawa, Wayang Kulit masih menjadi kinerja menarik bagi masyarakat Tulungagung. Beberapa dalang-dalang populer lahir dari Tulungagung. Bahkan, hingga kini jika wayang digelar dijamin banyak pengunjung dan rela bertahan hingga pagi hari.

5. Wayang Jemblung

Di daerah Tulungagung, masih ada banyak pementasan wayang Jemblung. Selain sebagai hiburan, Jemblung memuat kisah Walisanga dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Wayang Jemblung sebagai instrumennya terdiri dari 8 Rebana dan satu kendang. Wayang yang digunakan terbuat dari kulit dengan motif campuran Wayang Purwa dan Wayang Krucil.

6. Kentrung

Kesenian ini merupakan seni bercerita di Tulungagung. Kentrung Tulungagung dimainkan oleh dua orang, terdiri dari dalang yang merangkap sebagai pemain kendang dan satu ‘pengrawit’ sebagai pendukung dalang dan memainkan Ketipung dan Terbang. Pasca meninggalnya sang legenda Kentrung Mbah Gimah asal dusun Patik, desa Batangsaren, Kauman, kentrung seperti tidak ada lagi penerusnya yang eksis.

7. Seni Tayub

Ada yang mengenalnya dengan sebutan Lelangen Beksa, tayub Tulungagung merupakan suatu adat istiadat yang bisa turut memperkenalkan ke mata dunia.

Lelangan Beksa merupakan nilai-nilai yang diajarkan dalam masyarakat Jawa, atau petuah yang selalu disampaikan saat ada hajatan atau acara-acara resmi.

Sayangnya, acara tayub masih identik dengan arena minuman keras sehingga bagi sebagian masyarakat tayub dianggap seni wong abangan.

8. Campursari

Campursari juga berkembang pesat di Tulungagung dan menambahkan warna baru dalam musik kontemporer. Era kini, Campursari sering di kombinasi dengan berbagai unsur seni agar para penikmatnya merasa terhibur dan selalu menantikan tampilan berikutnya.

Itulah tadi beberapa seni budaya tulungagung yang bertahan namun terancam punah. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia seni dan arsitektur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *