18/06/2021

Seni Menumpuk Batu, Ritual Estetis khas Warga Desa Sirahan

Seni Menumpuk Batu, Ritual Estetis khas Warga Desa Sirahan

Seni Menumpuk Batu, Ritual Estetis khas Warga Desa Sirahan

Seni Menumpuk Batu, Ritual Estetis khas Warga Desa Sirahan –  Plato menyampaikan bahwa dalam kehidupannya. Pemikiran manusia dilandasi oleh bentuk-bentuk ideal yang berawal dari dimensi ide yang universal.

Lewat dimensi yang disebut Plato dengan istilah Idea disinilah manusia mengorganisasi hidupnya sendiri melalui akal atau kekuatan rasio yang menjadi ciri khas dari manusia itu sendiri.

Pada gilirannya, akal ini bisa menghasilkan bentuk-bentuk estetis yang bisa dimanifestasikan dalam bentuk karya seni dalam bentuk yang konkret, misalnya lukisan, patung, dsb.

Semua karya seni pada dasarnya adlah materi alami yang dikonversi menjadi bentuk baru sesudah mengalami dialektika dengan bentuk-bentuk ideal yang berada dalam pikiran manusia.

Materi-materi yang nampak sangat sederhana pun bisa berubah menjadi bentuk yang mempunyai hakikat keindahan bila telah mengalami perubahan bentuk semacam ini, bahkan seonggok batu sekalipun.

Berbicara soal batu yang bisa dimodifikasi menjadi karya seni, warga Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Jawa Tengah, mempunyai ritual seni yang cukup unik, yaitu menumpuk-numpukkan batu menjadi sebuah tatanan yang estetik.

Dikutip dari media, seni menumpuk batu tidak cuma dijadikan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan seperti halnya lukisan atau patung. Ritual ini dikenal sebagai permainan yang sering dicoba oleh anak-anak di desa tersebut.

Permainan yang menuntut kesabaran tinggi ini didasari oleh apa yang disebut oleh narasumber, Masruri, sebagai “ilmu keseimbangan”.

Masruri mendaoat ide untuk mengenalkan permainan yang nyeni ini setelah ditemukannya. Batu-batu yang tersusun secara estetis di Sungai Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 2018 silam.

Temuan yang sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai simbol perbuatan musyrik itu membuat Masruri penasaran untuk mencoba.

Tentunya percobaan Masruri tak langsung berhasil karena menyusun batu dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Tanpa  memakai lem tentunya bukanlah pekerjaan begitu yang mudah.

Setelah dia mencoba ratusan kali, akhirnya dia berhasil menemukan formula yang tepat untuk membuat tumpukan batu. Dengan visual yang mengandung nilai tinggi.