03/07/2020
Breaking News

Seni Tatto, Bukan Cuma Sekedar Untuk Gaya-gayaan

Seni Tatto, Bukan Cuma Sekedar Untuk Gaya-gayaan

Seni Tatto, Bukan Cuma Sekedar Untuk Gaya-gayaan

8dc7bed89915b39b1204fd5dc01a64c9 - Seni Tatto, Bukan Cuma Sekedar Untuk Gaya-gayaan

Seni Tatto, Bukan Cuma Sekedar Untuk Gaya-gayaan – Banyak cara yang bisa dipakai untuk mengungkapkan ekspresi diri mulai dari lagu hingga tulisan. Tak kelewatan, beberapa orang juga memilih untuk mewujudkannya lewat goresan tinta di tubuh. Yap, seni itu bernama tato.

Jauh sebelum era modern seperti sekarang, tato ternyata sudah sangat melekat di kehidupan masyarakat. Bisa dibilang, tato merupakan simbol tua yang digunakan berbagai suku di dunia untuk menunjukkan pangkat, spiritualitas hingga penghargaan atas keberanian. Semua itu sangat masuk akal bila melihat arti kata tato yang berasal dari bahasa Tahiti ‘tatu’ yang artinya tanda.

Para peneliti meyakini kalau tato sudah dikenal sejak beberapa puluh ribu tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan lewat sebuah mumi yang diperkirakan berusia 5 ribu tahun. Lebih dari itu, mereka juga yakin bila tato digunakan di berbagai belahan dunia seperti Mesir, Romawi, Jepang hingga Indonesia.

Pergi ke Benua Afrika atau tepatnya di Mesir, sebuah mumi dari imam bernama Amunet ditemukan dengan tato berbentuk pola geometris di tubuhnya. Gambaran tubuh itu dipercaya sebagai praktek ritual yang digunakan di masa lalu.

Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri? Suku-suku di Kalimantan sampai saat ini telah berhasil mempertahankan budaya mereka lewat Download IDN Poker seni tato tribal. Seni ini dipercaya sudah mereka kenal sejak ribuan tahun yang lalu.
bukanlah hal yang aneh saat ini, kebutuhan mengekspresikan diri tertuang pada gambar di kulit pemiliknya. Namun harus diingat membuat tato banyak yang harus dipertimbangkan, bukan hanya masalah seni saja. Yang menjadi keharusan adalah masalah medisnya.

Media untuk menggambar adalah kulit. Dimana kulit merupakan bagian tubuh manusia yang sensitif. Reaksi yang berbeda akan terjadi ketika tinta berwarna ini merespon imun tubuh. Seperti riset yang dilakukan di NYU Langine Medical Center mengungkapkan enam persen warga New York yang ditato mengalami komplikasi medis akibat penggunaan tinta. Mereka mengalami ruam, gatal atau pembengkakan.

Partisipan riset itu meliputi 300 warga berusia 18-69 tahun. Partisipan itu rata-rata memiliki tato di bagian lengan. Ditemukan sepuluh persen mengalami penyembuhan dalam jangka waktu lama dari normal, nyeri, infeksi dan pembengkakan. Bahkan yang mengalami pembengkakan dalam waktu lama, ruam dan gatal biasanya harus menderita selama empat bulan atau tahunan.

Belum ada penelitian mendalam pada penggunaan berbagai tinta untuk tato. Banyak faktor yang mempengaruhi tinta, seperti bahan kimia dengan pengawet, warna tinta atau cara penyimpanannya, serta berbagai hal lainnya.

Riset itu mengungkapkan penggunaan tinta hitam dan merah memberikan masalah paling banyak. Mungkin karena dua tinta ini memang kerap digunakan untuk menggambarkan desainnya. Bila sakitnya masih ringan biasanya diobati dengan anti-inflamasi. Sedangkan yang berat harus melakukan operasi laser.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *