09/07/2020
Breaking News

Universitas indonesia yang terbaik di jurusan arsitek

Universitas indonesia yang terbaik di jurusan arsitek

Universitas arsitek indonesia terbaik

Universitas indonesia yang terbaik di jurusan arsitek – Apakah saat ini kamu sedang bercita-cita menjadi seorang arsitek atau memiliki keinginan untuk membuat sebuah bangunan mengagumkan nan estetik?

Sekarang memang ada banyak sekali kampus yang menawarkan jurusan Arsitektur. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mencatat beberapa bahkan direkomendasikan alias terbaik dan telah mengantongi akreditasi A.

Arsitektur merupakan ilmu yang mempelajari mengenai perancangan bangunan. Beberapa ahli dan praktisi di bidang arsitektur belakangan ini memperluas definisi tersebut menjadi tidak hanya bangunan, namun juga lingkungan binaan.

Beberapa universitas indonesia dengan jurusan arsitek terbaik

  • Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara bisa dibilang memiliki daya tarik tersendiri karena menerapkan seleksi super ketat untuk calon mahasiswanya. Universitas negeri ini sudah didirikan sejak tahun 1952. Saat ini USU sudah menempati rangking ke 2.975 untuk kategori universitas terbaik di dunia. Hal itulah menjadi salah satu alasan mengapa lulusan Arsitektur dari USU memiliki prospek kerja yang diperhitungkan.

Untuk biaya kuliah arsitektur di USU diperkirakan berkisar Rp 40.000.000. Rincian SPP minimal Rp 1,5 juta hingga RP 6,5 juta dan biaya rata-rata tahunan sebesar Rp 8 juta. Biaya tersebut cukup setara dengan kesempatan kerja yang begitu tinggi sekarang. Ketika kamu sudah menjadi seorang arsitek, kamu akan lebih banyak menjelajahi titik-titik penting di Indonesia atau bersentuhan dengan lapangan langsung. Jadi pastinya kamu bisa berkarir dengan baik.

  • Institut Teknologi Bandung

Selanjutnya adalah ITB. Institut Teknologi Bandung sudah berdiri sejak tahun 1950. Bisa dikatakan bahwa Program Studi Arsitektur ITB menjadi salah satu sekolah arsitektur paling tua di Indonesia dan Asia Tenggara. Awalnya, Program Studi Arsitektur di ITB menjadi bagian dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Akan tetapi, sejak tahun 2005, jurusan ini berpindah ke bawah naungan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Program Studi Arsitektur ITB ini juga sudah mengantongi akreditasi internasional lho.

  • Institut Teknologi sepuluh november (ITS)

Jurusan arsitektur di ITS berada di bawah naungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Ia didirikan pada tanggal 15 September 1965 karena saat itu hanya ada satu kampus dengan jurusan arsitektur, yakni ITB. Padahal, sudah 20 tahun berlalu sejak Indonesia merdeka dan banyak tenaga arsitek yang dibutuhkan untuk pembangunan negara. Jurusan arsitektur ITS telah mendapatkan akreditas A dari Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

  • Universitas Brawijaya

Ketika pertama kali melangsungkan perkuliahan pada tahun 1983, jurusan arsitektur UB masih berstatus sebagai program studi yang berada di bawah naungan Jurusan Teknik Sipil. Tapi, pada tahun 1994, status tersebut berganti menjadi jurusan arsitektur yang termasuk dalam Fakultas Teknik UB. Sama seperti ITS, Fakultas Teknik UB juga telah mengantongi akreditas dengan nilai A dari BAN PT.

  • Universitas diponegoro

Berdiri pada tahun 1962, jurusan arsitektur UNDIP berada di bawah naungan Fakultas Teknik. Ada dua metode pembelajaran yang diterapkan, yakni Problem/Project Based learning (PBL) dan Student Centered Learning (SCL). Jurusan arsitektur UNDIP juga pernah beberapa kali melakukan kerja sama dengan instansi dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah organisasi Uzo Nishiyama Memorial Library berupa kegiatan Architectural Summerschool.

  • Universitas Indonesia

UI didirikan pada tahun 1947. Perlu kamu ketahui bahwa universitas Indonesia kebanggaan negeri ini sudah menduduki peringkat ke 909 terbaik di dunia sekarang. Luar biasa bukan. Untuk perkiraan biaya kuliah jurusan Arsitektur terbaik di UI sekitar Rp 65.000.000. Tentunya sangat cocok dengan kelengkapan fasilitas yang ada serta pembimbing profesional yang dimiliki oleh Universitas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *