18/06/2021

Wayang Kulit, Kekayaan Seni Nusantara yang Bernilai Adiluhung

Wayang Kulit, Kekayaan Seni Nusantara yang Bernilai Adiluhung

Wayang Kulit, Kekayaan Seni Nusantara yang Bernilai Adiluhung

 

Wayang Kulit, Kekayaan Seni Nusantara yang Bernilai Adiluhung – Wayang kulit adalah salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit dahulu dipakai sebagai media untuk permenungan menuju roh spiritual para dewa. Konon, “wayang” berasal dari kata “ma Hyang”, yang berarti menuju spiritualitas sang kuasa. Namun, ada juga masyarakat yang menyebut “wayang” berasal dari tehnik pertunjukan yang mengandalkan bayangan (bayang/wayang) di layar.

Wayang kulit dipercayai sebagai embrio dari berbagai jenis wayang yang ada saat ini. Wayang jenis ini terbuat dari lembaran kulit kerbau yang sudah dikeringkan. Agar gerak wayang menjadi dinamis, pada bagian siku-siku tubuhnya disambung memakai sekrup yang terbuat dari tanduk kerbau.

Wayang kulit dimainkan langsung oleh narator yang dinamakan dalang. Dalang tidak bisa diperankan oleh sembarang orang. Selain harus lihai memainkan wayang, sang dalang juga harus mengetahui bermacam cerita epos pewayangan seperti Mahabrata dan Ramayana. Dalang dahulu dianggap sebagai profesi yang luhur, karena orang yang menjadi dalang biasanya adalah orang yang terpandang, berilmu, dan berbudi pekerti yang santun.

Sambil memainkan wayang, sang dalang diiringi musik yang bersumber dari alat musik gamelan. Di sela-sela suara gamelan, dilantunkan syair-syair berbahasa Jawa yang dinyanyikan oleh para pesinden yang umumnya merupakan perempuan. Sebagai kesenian tradisi yang bernilai magis, sesaji atau sesajen menjadi unsur yang wajib dalam setiap pertunjukan wayang.

Sesajian berupa ayam kampung, kopi, nasi tumpeng, dan hasil bumi lainnya, dan tak lupa asap dari pembakaran dupa selalu ada di setiap pementasan wayang. Namun, karena banyak yang menganggap sesajian itu merupakan suatu hal yang mubazir, belakangan ini sesajian dalam pementasan wayang juga diperuntukkan bagi penonton dalam bentuk makan bersama.

Wayang kulit adalah kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang mencintai kesenian. Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat. Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu memberi pelajaan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro. Tidak salah jika UNESCO mengakuinya sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai adiluhung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *