13/05/2021

Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

35 - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira – Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, dan merupakan pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata.

Kepulauan Banda Neira merupakan salah satu daerah kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau di provinsi Maluku. Bukan hanya indah, kepulauan yang satu ini juga merekam sejarah panjang perdagangan rempah-rempah yang diperebutkan oleh Bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, Spanyol, dan Inggris.

Tidak hanya itu, beberapa tokoh bangsa ini pun sempat diasingkan ke pulau yang satu ini. Hingga saat ini, kamu masih bisa menemukan beberapa bangunan yang merekam sejarah di kepulauan ini. Berikut idn poker asia bangunan bersejarah yang bisa jadi pilihan destinasimu di Banda Neira.

1. Benteng Nassau 

gerbang utama bagian dalam usai dikonservasi c5073073855fc4ec58fe4811f00487c0 - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Fort Nassau atau Benteng Nassau adalah benteng pertama di Banda Neira yang di bangun tahun 1600-an di lokasi pondasi benteng yang belum sempat di rampungkan oleh Portugis karena mendapat perlawanan dari penduduk sekitar.

Berbentuk persegi empat dengan empat buah bastion berbentuk panah di setiap sisinya, Belanda membangun benteng ini untuk mengontrol perdagangan rempah yang menjadi komoditas utama yang hanya dapat di temukan di pulau ini.

Di benteng yang kini tidak terawat ini, pernah terjadi tragedi pembantaian 44 “orang kaya” Banda yang saat itu merupakan orang-orang terhormat di pulau ini. Mereka di bantai dengan cara dipenggal oleh seorang Jepang yang disewa Gubernur Jenderal VOC saat itu yang di pimpin oleh Jan Pieterzoon Coen. Mereka di bantai di hadapan anak dan istri mereka karena tidak mau tunduk pada VOC.

2. Benteng Belgica 

77356819 208072056861827 6534561128494959860 n fd12f91e2b61845a5bbd2651faa99aed - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Coba kamu lihat bagian belakang uang seribu baru emisi 2016, maka kamu akan menemukan gambar sebuah benteng dengan latar gunung. Itulah benteng Belgica. Bangunan benteng paling terawat di pulau Neira ini berdiri megah di atas sebuah bukit tidak jauh dari benteng Nassau.

Benteng ini berbentuk segi lima dengan bastion di setiap sudut bagian luar dan memiliki menara pengintai di sudut bagian dalam. Berdasarkan prasasti di bagian depan benteng, tempat di bangun pada tahun 1611 oleh Gubernur Jenderal Pieter Both.

Tempat ini sempat menjadi pusat pemerintahan VOC sebelum akhirnya pindah ke Batavia dan basis militer di Kepulauan Banda Neira. Kamu bisa menikmati pemandangan Banda dan gunung Api Banda dari atas bangunan yang juga sempat mendapat julukan “Mahkota Berpucuk Lima di Atas Kepala Keluarga Nassau dan Pelindung Banda” ini.

3. Benteng Holandia 

collectie tropenmuseum veilige ligplaats voor schepen te banda neira tmnr 3728 863 d4503196d4a1aac297e91e43152c5e4e - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Di buat pada tahun 1642, benteng ini berlokasi di pulau Lonthoir atau Banda Besar. Benteng ini berhadapan dengan kediaman Gubernur Jenderal VOC atau yang sekarang di kenal dengan nama “Istana Mini” di pulau Neira.

Benteng ini di dirikan untuk mengendalikan lalu lintas kapal yang melintas selat antara pulau Lonthoir dan Neira, terutama aktivitas perdagangan pala di jalur tersebut.

Berbentuk persegi dengan bastion di setiap sudutnya, benteng ini juga di lengkapi dengan ruang pengintai. Kini sebagian besar bagian dari benteng ini telah hancur dan kamu hanya dapat melihat beberapa bagian dari benteng ini.

4. Benteng Revengie

1024px pulau ai banda islands maluku benteng revenge 8708048014 537a3aa53c249d2025c7d3f598615149 - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Benteng Revengie di bangun di pulau Ay yang terletak di sebelah barat pulau Gunung Api. Pada Benteng ini di dirikan di atas sebuah bukit yang di kelilingi perkebunan pala.

Pada Benteng ini di beri nama “Revengie” yang berarti “pembalasan” karena penduduk Pulau Ay sempat memihak Inggris pada abad ke 17. Orang-orang Inggris melatih penduduk pulau itu untuk mempertahankan dari serangan Belanda pada tahun 1615 dan penduduk Pulau Ay melakukan serangan balasan secara tak terduga terhadap Belanda. Setahun kemudian Belanda menguasai Pulau Ay dan membantai sebagian besar penduduk pulau ini sebagai bentuk balas dendam penyerangan yang di lakukan oleh penduduk Pulau Ay.

Benteng ini sempat rusak berat akibat gempa pada tahun 1683 dan pada tahun 1748 benteng ini menjadi tempat pengasingan bagi para pejabat VOC yang melakukan tindak kriminal.

5. Istana Mini 

14309764 319622105057386 750447869 n 1 3172f673c468478ad1c5c7c7b8eb8aa0 - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Istana Mini merupakan bekas kediaman Gubernur Jenderal VOC saat berkuasa di pulau ini. Bangunan ini bergaya Eropa dengan lantai yang sebagian besar terbuat dari marmer ini mendapat julukan ‘”Istana Mini” karena bentuknya yang sekilas mirip dengan Istana Merdeka di Jakarta dalam bentuk mini.

Terdapat beberapa ruangan di dalam Istana Mini. Namun salah satu yang menarik adalah ada sebuah ruangan di mana kamu bisa menemukan tulisan curahan hati seseorang dari Eropa yang ia goreksan pada kaca jendela sebelum ia akhirnya melakukan bunuh diri.

Di komplek Istana Mini ini kamu juga bisa menemukan bekas kantor Gubernur VOC dan sebuah dermaga juga beberapa peninggalan lain seperti sebuah Patung Raja Willem III dan meriam-meriam peninggalan VOC.

6. Rumah Pengasingan Bung Hatta 

12132680 1028237370554004 186255312 n 752653b496e804281f600b2300ec869b - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Setelah selama kurang lebih setahun di buang ke Boven Digoel di Papua, Bung Hatta dan Syahrir akhirnya di pindahkan ke Banda menyusul Iwa Koesoemasoemantri dan dr. Cipto Mangunkusumo yang telah terlebih dahulu di asingkan ke sini.

Mereka berdua tiba di pulau ini pada tanggal 11 September 1936 dan tinggal di sebuah rumah milik seorang tuan tanah. Di tempat inilah selama 6 tahun Hatta dan 16 peti berisi buku miliknya menjalani pengasingan. Sedangkan Syahrir hanya beberapa bulan tinggal di rumah ini karena memilih untuk tinggal di rumah lain. Di salah satu paviliun,  Bung Hatta dan Syahrir juga membuat sekolah sore yang di ikuti oleh anak-anak pribumi di pulau ini.

Di rumah yang cukup besar ini kamu masih dapat menemukan banyak barang-barang peninggalan Bung Hatta seperti kasur, lemari, mesin tik, dan foto-foto.

7. Rumah Pengasingan Syahrir 

281602756 20160314 074153 3490ba010bd07ef70b4243a0dc3f0c22 - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Rumah ini berada di depan Jalan Said Tjong Baadillah/Ratu Laguar di samping Rumah Budaya Banda dan bersebrang dengan Hotel Delfika. Syahrir pindah setelah beberapa bulan tinggal dengan Hatta ke sebuah rumah milik salah seorang pemilik perkebunan pala di Banda yang sudah lama tidak di huni.

Di bagian dalam rumah dengan perpaduan gaya kolonial dan tropis ini kamu dapat menemukan barang-barang peninggalan dari Syahrir, termasuk sebuah gramofon kuno yang di gunakan Syahrir untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya, mesin tik antik, dan beberapa foto Syahrir.

8. Rumah Pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo

1108045630 20160314 072953 51456781b8d73e1dc96af32c26c56aaa - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Kamu mungkin sering mendengar dokter yang satu ini. Namanya di abadikan menjadi nama sebuah rumah sakit besar di Jakarta. Sebelum Bung Hatta dan Syahrir datang kesini, dr.Tjipto Mangoenkoesoemo sudah terlebih dahulu di asingkan ke pulau ini bersama dengan Iwa Kusumasumantri.

Dokter asal Jawa ini di buang ke Banda Neira pada tahun 1927. Dan di asingkan ke Banda Neira selama kurang lebih 13 tahun sebelum akhirnya di pindah ke Ujung Pandang dan Sukabumi. Namun karena penyakit asmanya yang semakin parah. dr. Tjipto kembali ke Jakarta dan meninggal di Jakarta pada 8 Maret 1943. Lalu di makamkan di Ambarawa.

9. Rumah Budaya Banda

48245395797 5db7d5b189 c 99c676ec2f581e56ecc2d442339409ae - Yukz Kunjungi Bangunan Bersejarah di Banda Neira

Menjelajahi sejarah Banda akan terasa lebih lengkap jika kamu mengunjungi Rumah Budaya Banda ini. Di tempat ini kamu dapat melihat berbagai catatan dan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan pulau ini. Barang-barang peninggalan VOC seperti berbagai jenis meriam, keramik tiongkok, mata uang, serta lukisan-lukisan yang menggambarkan situasi Banda di masa lalu.

Lukisan yang paling menarik dalam museum ini tergantung di ruang utama. Yakni berupa lukisan berukuran besar yang menggambarkan pembantaian “Orang kaya” Banda di Benteng Nassau. Pada tahun 1621 oleh seorang Samurai Jepang. Kamu juga bisa menemukan samurai yang di gunakan dalam pembunuhan itu di museum ini.

Pulau ini bukan hanya menawarkan keindahan alam pantai dan bawah lautnya saja. Namun juga bangunan-bangunan bersejarah yang merekam kisah tentang perdagangan rempah-rempah. Penjajahan, dan perjuangan para tokoh bangsa.